Narasumber : Rio Waas (Digital Artistic Media Indonesia
Membaca majalah kini lebih menyenangkan karena adanya teknologi digital magazine yang lebih lengkap dan lebih interaktif. Misalnya saja dalam Media Indonesia Digital Magazine yang sudah menghasilkan 4 edisi digital. Dalam majalah digital ini cover di design dalam bentuk video, tidak hanya bisa dilihat dalam posisi vertikal tetapi juga dalam posisi horizontal.
Tentu fenomena ini menimbulkan berbagai pendapat proses digitalisasi majalah ini. Dalam 5 tahun terakhir perkembangan digital magazine sangat luar biasa dan hampir seluruh media cetak besar memilih untuk menggunakan media digital ini untuk mempublikasikan tulisan mereka. Ini merupakan perkembangan yang sangat hebat. Banyak keunggulan dari digital magazine ini. Kita bisa mengakses berita lebih cepat dibandingkan media konvensional atau cetak biasa. Keunggulan yang lain adalah lebih memungkinkan banyak orang untuk mengakses dalam waktu yang bersamaan, kalau di versi cetak kita harus menunggu edisi cetaknya, sedangkan pada versi digital tidak perlu menunggu karena bisa langsung diakses.
Menurut Rio Waas selaku digital artistic Media Indonesia, digital magazine adalah sebuah trend baru dengan hadirnya tablet dan mobile. Hal ini merupakan challenge baru dengan menggabungkan 3 unsur yakni video, cetak dan web sehingga akan ada konten yang lebih lengkap, akan ada science story, selain ada berita juga didukung fitur-fitur lainnya. Tren ini hadir bersamaan, dengan platform yang sama yakni tablet. Akan tetapi ini hanya masalah point of view. Keseriusan untuk membuat edisi saja sangat tinggi. Misal dalam membuat cover Media Indonesia Digital Magazine harus ada tahapan yang harus dikerjakan dengan jumlah tim yang tidak sedikit. Sebagai pelopor digital magazine di Indonesia, Media Indonesia akan terus mengembangkan digital magazine nya dengan inovasi-inovasi terbaru.
No comments:
Post a Comment