Narasumber : Yusuf Mars (Pakar IT)
Bagi Anda yang ingin menggunakan komputer tablet tapi tidak tertarik dengan Apple iPad, biasanya akan melirik tablet PC berbasis Android. Salah satu Tablet PC Android yang patut dilirik tentunya adalah Samsung Galaxy Tab. Jika tahun lalu Samsung hanya menghadirkan Galaxy Tab dengan layar 7 inci, kini Samsung melengkapinya dengan Samsung Galaxy Tab 8.9 dan Samsung Galaxy Tab 10.1 inchi. Samsung Galaxy Tab 8.9 hadir dengan sistem Android 3.0 Honeycomb yang dikolaborasikan dengan interface Samsung Touch Wiz terbaru yang lebih baik. Dengan ketebalan hanya 8.6 mm, Samsung mengklaim bahwa Tab merupakan komputer tablet tertipis di dunia. Di balik bodynya yang sangat tipis, Samsung masih bisa menyelipkan prosesor 1GHz Dual Core, layar sentuh kapasitif WXGA TFT LCD dengan resolusi 1280×800, dan kemampuan memutar video Full HD 1080p. Fitur terakhir cukup impresif, mengingat netbook dan notebook entry-level sering tidak mampu memutar video 1080p.
Dalam hal koneksi internet, Samsung membekali kedua TAB ini dengan Wi-FI dan dukungan teknologi HSPA+ yang menjanjikan kecepatan akses data ke internet hingga 21Mbps, serta dukungan Bluetooth 3.0 untuk memudahkan Anda terhubung dengan jaringan atau dengan perangkat lain. Samsung juga melengkapinya dengan dua buah kamera, 2 megapixel di bagian depan, dan 3 megapixel pada bagian belakang lengkap dengan LED Flash dan kemampuan merekam video HD 720p. Slot microSD juga disertakan untuk menambah kapasitas penyimpanannya. Samsung Galaxy Tab 8.9 hadir dengan sistem operasi Google Android 3.0 Honeycomb yang dipadukan dengan interface Samsung Touch Wiz. Kali ini tablet berlayar 8,9 inci ini lebih menyasar segmen perempuan yang aktif, dengan mobilitas tinggi. Seri Tab terkini dari Samsung ini dilengkapi Sistem Operasi Google Android Honeycomb 3.1 dan prosesor 1 GHz Tegra 2 Dual Core. Bukan hanya teknologi yang terus dikembangkan Samsung dalam merilis perangkat canggih terbarunya. Ukuran dan warna juga menjadi perhatian. Samsung Galaxy Tab 8.9 dirancang dengan postur ramping yang ringan. Beratnya hanya 453 gram, dengan ketebalan 8,6 mm. Bagian casing belakangya berwarna putih sehingga terlihat lebih feminin.
"Galaxy Tab 8.9 ini lebih menyasar wanita karier, profesional muda yang aktif dan mobile, usia di atas 30. Ukurannya yang kecil dan praktis bisa dimasukkan ke dalam tas wanita, bahkan masih gaya jika dibawa dengan tangan," jelas Eka Anwar, Head of Marketing Communication Samsung Electronics Indonesia di sela peluncuran dan pameran Samsung Galaxy Tab 8.9 di Plaza Senayan, Jakarta. Tablet canggih terbaru dari Samsung ini dibanderol Rp 5,499 juta Namun khusus di hari peluncurannya, tablet ini dihargai hanya Rp 4,999 juta untuk 500 pembeli pertama yang datang langsung ke area pameran di Atrium Plaza Senayan.
Soal fitur unggulan, Adinda Nesvia, Product Marketing Samsung Mobile , Samsung Electronics Indonesia menyebutkan kelebihan Galaxy Tab 8.9. Di antaranya, format video full HD termasuk playback dan recording, kamera HD Recording, kamera utama 3 Mega Pixel dan kamera depan 2 Mega Pixel. Dinda menambahkan, Samsung juga membenamkan dua fitur andalannya pada Galaxy Tab 8.9 ini. Yakni Life Panel yang memudahkan pengguna untuk memodifikasi layar sesuka hati, serta fitur Adobe Flash Player yang membuat aktivitas browsing lebih menyenangkan. Didukung dengan OS Honeycomb, Galaxy Tab 8.9 lebih multitasking. "Dengan format full HD, resolusi lebih tajam sehingga pengguna lebih nyaman saat menonton film atau video Youtube. Fitur Social Hub juga menambah satu lagi kemudahan bagi pengguna untuk berjejaring," tambahnya.
Operator telekomunikasi di Indonesia masih memiliki peluang untuk meningkatkan jumlah pelanggan, di tengah persaingan yang makin ketat dan kondisi pasar yang mulai jenuh (saturasi). Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan strategi bundling, yakni menjual nomor telepon seluler secara paket dengan ponsel. VP Channel Management Telkomsel Gideon E Purnomo mengatakan, salah satu strategi untuk mengakuisisi pelanggan adalah dengan menerapkan strategi bundling. Awalnya, operator telekomunikasi menghadirkan paket bundling untuk produk handphone yang terjangkau, yakni dengan harga dibawah Rp500 ribu.
Namun, dalam perkembangannya kemudian, operator mencium gelagat kebutuhan konsumen yang tidak hanya untuk menelepon (voice) dan SMS, tetapi mulai mengarah ke layanan data untuk mendukung aktivitas berjejaring sosial, chatting atau email. Selain itu, operator juga menawarkan paket bundling yang tidak hanya untuk mendukung aktivitas meng-up date status di Facebook atau berkicau di Twitter, juga menawarkan ponsel musik dan bahkan game. Dengan strategi ini, selain dapat mendongkrak jumlah pelanggan, produk bundling juga berpotensi meningkatkan revenue.
“Kuncinya adalah bagaimana menghadirkan produk dan layanan dalam produk bundling itu sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen,” ujar Gideon dalam diskusi bertema “Tren Bundling Sebagai Strategi Mengatasi Kejenuhan Pasar di Industri Selular” yang digelar The Wireless Network di Jakarta, Melihat animo masyarakat, strategi penjualan kartu perdana yang dibundel dengan ponsel semacam itu masih akan marak di kemudian hari, bahkan dengan tingkat persaingan yang ekstra ketat dengan tarif atau harga dan layanan yang beragam. Kondisi ini masih terlihat dari banyaknya produsen ponsel dan operator yang menawarkan paket bundling. Selain itu, di beberapa daerah, karakter pasarnya masih sensitif terhadap persaingan harga dan tarif. Oleh karena itu, dalam menyiapkan produk bundling, Telkomsel yang kini memiliki 97 juta pelanggan, tidak mau sekadar menitipkan kartu perdana di dalam ponsel, tetapi sekaligus menanamkan aplikasi yang sudah dikustomisasi sesuai kebutuhan pelanggan. Untuk meningkatkan value added, dalam konsep bundling ini, Telkomsel juga memasukkan aplikasi dalam bentuk launcher, misalnya Love Indonesia untuk produk bundling BlackBerry.
No comments:
Post a Comment